Kasi Humas Polsek Cempa Polres Pinrang Datangi Pasar Tradisional, Ini Yang Dilakukan!

Pinrang – Kasi humas polsek cempa polres pinrang Aiptu Burhanuddin melaksanakan penertiban dan imbauan kepada warga di pasar tradisional cempa dijalan poros cempa leppangan kel cempa kec cempa kab pinrang. Rabu (1/4/2020) pagi.

Kali ini kasi humas melakukan pengaturan di jalan poros cempa leppangan guna arus lalu lintas tetap lancar dan aman, setelàh situasi arus lalu lintas agak sepi, Kasi humas menyambangi dan mengimbau sejumlah pedagang kaki lima yang sedang berjualan didalam pasar agar senantisa bisa lebih mengutamakan kesehatan karena saat ini virus corona ada dimana – mana dan sangat rentang terjangkit jika ada salah seorang sudah kena akan berpindah keorang lain melalui sentuhan atau pada saat berbicara tidak menggunakan masker. “Untuk itu jika ingin terhindar dari virus corona(covid 19) ikuti anjuràn dokter dan patuhi instruksi pemerintàh., Ungkap kasi humas polsek cempa.

Tugas yang kami lakukan adalah upaya untuk mencegah atau meminimalisasi segala bentuk gangguan keamanan yang akan terjadi khususnya kamtibcarlantas tetap aman dan kondusip dan terlebih adanya virus corona (covid 19) yang menjadi ancaman serius bagi seluruh masyarakat karena selalu diselimuti rasa takut dan panik yang berlebihan. Olehnya itu kami tidak bosan-bosannya memberi semangat kepada masyarakat agar kita secara bersama-sama melawan dan memerangi virus yang berbahaya itu.

Dikonfirmasi ditempat yang terpisah, Kapolsek Cempa Polres Pinrang Kompol Akbar A.Malloroang SH.MH., mengatakan ” bahwa tugas yang dilakukan oleh Kasi Humas sangat penting dan efektif karena saat sekarang ini negara kita sedang dalam situasi darurat sipil akibat dari pandemi virus corona-covid 19 yang sudah merenggut ratusan nyawa masyarakat insonesia, untuk itu kami memerintahkan seluruh personil polsek cempa untuk lebih aktip melakukan imbauan kepada seluruh masyarakat, agàr seluruh masyarakat benar-benar mentaati aturan pemerintah maupun maklumat Kapolri bertujuan untuk memutus mata rantai agar korban tidak bertambah banyak.

Tinggalkan Balasan